Jumat, 05 Desember 2014

Bukit Teletubbies / Gunung Prau Dieng, Jawa Tengah 

              Gunung Prau Dieng kian populer dikalangan para pendaki, setiap akhir pekan ratusan pendaki dari penjuru kota memadati puncak Gunung Prau. Gunung setinggi 2.565 mdpl ini memiliki alam yang sangat indah. Selain dapat menyapa fajar (sunrise), para pendaki akan dimanjakan cantiknya Bukit Teletubbies di Puncak Prau. Lautan bunga-bunga liar semacam bunga aster tumbuh di hamparan hijaunya bukit. Bukit-bukit kecil pun tersebar dari utara hingga selatan. Bukit-bukit kecil inilah yang disebut sebagai Bukit Teletubbies. Puncak Gunung Prau pun menjadi spot yang sangat menarik untuk melihat sunrise ataupun sunset.
                 Secara Astronomis Gunung ini terletak pada koordinat 7° 11' 13" LS,  109° 55' 22" BT. Di Gunung Prau terdapat beberapa hewan langka dan unik yang termasuk Fauna endemik Jawa seperti bintang Owa Jawa atau Hylobates moloch, Macan Kumbang -Panthera pardus melas, Sigung Jawa -Mydaus javanensis, Rusa -Cervus timorensis, Serta terdapat juga burung Elang Jawa - Nisaetus bartelsi. Sedangkan kekayaan Flora yang dimiliki Gunung Prau diantaranya seperti Bunga Nepenthes gymnamphora atau kantong Semar, Anaphalis javanica  Anaphalis maxima atau yang lebih dikenal dengan nama Bunga eidhelweis, Bunga Daisy yang memiliki nama latin Bellis perennis dan beberapa spesies anggrek yang banyak menempel di pepohonan.




Bukit Sikunir Dieng, Jawa Tengah 


          Tuhan Maha Sempurna, dari puncak Sikunir kita akan melihat wujud kesempurnaan Maha Karyanya dalam perpaduan yang pas antara Kilau Sinar matahari yang baru beranjak dari peraduannya, yang sinarnya menyapu gumpal-gumpal awan diantara siluet Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, serta beberapa Gunung disekitarnya. Letak atau lokasi bukit sikunir tepatnya berada di Desa Sembungan, sekitar 2 Km dari Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng. 
           Bukit Sikunir adalah salah satu lokasi terbaik di dunia untuk melihat sunrise, walaupun belum setenar Bromo. Para wisatawan dapat melakukan trekking di jalan setapak yang cukup berbatu untuk mencapai puncak Bukit Sikunir. Suhu udara yang berkisar 10 – 15°C menjadi tantangan tersendiri. Namun segala perjuangan  dijamin akan terbayar saat kita menyaksikan langit yang kuning keemasan saat matahari terbit. Waktu yang paling tepat untuk melihat matahari terbit di Bukit Sikunir adalah pada musim kemarau sekitar bulan Juli-Agustus.


 Goa Semar Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah         

           Goa Semar juga terletak di kawasan dataran tinggi dieng. Goa Semar ini seringkali dijuluki sebagai goa sang pamomong. Disebut demikian bukanlah tanpa alasan. Goa ini memang sering dijadikan sebagai tempat bersemedi oleh beberapa tokoh penting seperti Soekarno dan Soeharto.
Kebanyakan goa yang ada di Dieng memang masih digunakan sebagai lokasi untuk bersemedi dan bertapa. Goa dipercaya sebagai salah satu media alternatif yang digunakan oleh beberapa orang sebagai tempat menyampaikan segala keluh kesah diri kepada Yang Maha Kuasa. Dengan segala misteri yang ada, Goa ini juga menjadi salah satu tempat wisata di Wonosobo yang sering dikunjungi wisatawan.
         Selain sejarah dan kemistisannya, Goa Semar ini merupakan goa yang letaknya paling tinggi di Dataran Tinggi Dieng. Meskipun, ukuran dari Goa Semar ini tidaklah begitu luas. Ukuran Goa Semar ini hanya 4 meter persegi. Seukuran dengan candi-candi yang juga ditemukan di Dataran Tinggi Dieng ini.




Goa_Semar_2

  Telaga Warna Dieng,Wonosobo Jawa Tengah

           Telaga Warna masuk wilayah Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo Jawa-tengah. Telaga warna Dieng adalah telaga paling sering dikunjungi oleh para wisatawan karena letaknya sangatlah strategis. Tersembunyi diantara barisan bukit-bukit pada ketinggian lebih dari 2000 meter dpl tidak membuat Telaga Warna sepi dari pengunjung. Keelokan dan kemisteriusannya selalu menarik minat siapa saja yang berkunjung ke Dieng. Masuk melalui pintu gerbang utama disambut oleh jalan setapak yang sudah dipercantik oleh paving block dengan hutan rimbun di kanan kiri.
          Telaga ini juga memiliki keunikan tersendiri yaitu warna permukaan telaganya yang kadang berubah sewaktu-waktu dengan dominasi warna hijau kebiruan serta putih yang merupakan refleksi endapan belerang didalamnya.Selain keindahan Telaganya yang natural dan eksotis, saat berkeliling menyusuri jalan setapak yang mengelilingi Telaga warna, anda juga akan menjumpai Telaga lain yang letaknya tepat di Samping Telaga warna, yaitu Telaga Pengilo. Adapun beberapa goa yang tersedia saat perjalanan menuju ke Telaga Warna Dieng ini, diantaranya yaitu Goa Semar, Goa Sumur, Goa Jaran dan lain-lain.





Selasa, 11 November 2014

Pantai Rajegwesi - Banyuwangi


           Pantai Rajegwesi terletak terletak di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggrahan, Banyuwangi.
Pantai Rejegwesi terbentuk dari endapan lumpur yang di bawa oleh sungai yang meluap pada saat banjir, hal ini juga menyebabkan pasir pantai berwarna cokelat dan bukan pasir hitam atau putih. Pantai Rajegwesi termasuk dalam bagian Taman Nasional Meru Betiri dan juga di gunakan sebagi budi daya penetasan penyu.
              Pantai Rajegwesi terletak dalam kawasan Taman Nasional Meru Betiri. Maka dari itu, panorama pantai ini sangat indah. Pasir pantai berwarna coklat akibat endapan lumpur yang dibawa sungai yang bermuara di pantai ini saat banjir. Pantai ini dikelilingi hutan tropis hijau yang masih asri.
Dari pantai ini pengunjung bisa menuju ke Teluk Hijau. Pengunjung bisa memilih mau naik perahu atau melalui jalan trekking. Di pantai Rajegwesi, kita akan diberikan pemandangan yang luar biasa. Ombak yang ada di pantai ini tidak sebesar dengan ombak yang ada di pantai selatan lainnya, Pantai ini memiliki ciri khas yang unik dibandingkan dengan pantai yang lainnya. Batu-batu yang ada di sini memiliki kandungan besi yang sangat besar. Struktur bebatuannya mirip besi.  walnya perjalanan melalui jalanan beraspal halus, namun semakin ke jenis jalannya jadi berubah. perubahan itu seiring dengan pergantian jenis pepohonan di kanan kiri.







Danau Maninjau dan Kelok 44, Dua Sejoli yang Menawan


         Perjalanan dari Lembah Harau menuju ke Danau Maninjau kurang lebih membutuhkan waktu 3 jam perjalanan, di mana kami sempat melewati kota Bukittinggi.  Bicara Danau Maninjau, pasti kita akan bicara juga mengenai Kelok 44-nya. Kelok 44 merupakan jalan akses menuju Danau Maninjau yang berkelok-kelok.Danau Maninjau yang terletak pada 0°19′LS 100°12′BT berada dalam wilayah Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam dengan ketinggian 461,50 meter diatas permukaan laut. Luas permukaan Danau Maninjau ± 99,5 km2 dengan luas daerah tangkapan air mencapai 24.800 ha. Sementara kedalaman maksimum mencapai ± 165 m. Secara garis besar, wilayah Danau Maninjau ini dapat dibagi atas 2 yaitu:

             1. Kawasan Danau Maninjau, merupakan kawasan dalam punggung danau.
             2. Kawasan pengaruh, merupakan kawasan di luar punggung danau.
        Bentuk Danau Maninjau memanjang dari arah utara ke selatan dengan panjang ± 17 km dan lebar sekitar 8 km, danau ini memiliki sebuah outlet alami yaitu Sungai Batang Antokan yang mengalir ke arah barat. Suhu Danau Maninjau rata-rata maksimal 31,27 oC dan rata-rata minimal 22,66 oC. Kelembaban rata-rata 95,20 %. Kecepatan angin yang berada disekitar Danau Maninjau rata-rata sebesar 23,5 km/hr.


Air Terjun Moramo, Keindahan Alam di Tengah Hutan Suaka


              Air Terjun Moramo terletak di sebuah gunung di Desa Sumber Sari, Moramo. Wujud air terjun dari ketinggian 100 meter tersebut dengan lebih dari 60 tingkatan kecil dan tujuh tingkatan besar. Untuk sampai di tujuan, pengunjung harus menempuh jarak sekitar 60 kilometer dari Kendari, ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan menggunakan kendaraan roda empat.
              Udara di Air Terjun Moramo sangatlah sejuk karena berada di wilayah Hutan Suaka Alam Tanjung Peropa yang merupakan kawasan hutan lindung di Sulawesi Tenggara. Air terjun yang memiliki 7 undakan utama dan 60 undakan kecil dengan ketinggian kurang lebih sekitar 100 meter ini merupakan habitat yang baik bagi burung dan kupu-kupu serta satwa lainnya. 60 undakan kecil yang juga merupakan sebuah kolam kecil ini hanya satu yang bisa digunakan untuk berenang. Kolam yang bisa digunakan untuk berenang yaitu kolam yang berada di undakan kedua dari tujuh undakan utama Air Terjun Moramo. Obyek wisata Sulawesi Tenggara ini juga memiliki sumber daya alam yang berupa batu marmer. Menurut penelitian, diperkirakan kandungan marmer yang berada di kawasan ini mencapai 860 milyar meter kubik. Dan merupakan sumber cadangan marmer terbesar yang ada di dunia.




Selasa, 04 November 2014

Indahnya Air Terjun Madakaripura 

        Memasuki Kabupaten Probolinggo, setelah terkesan keindahan panorama Gunung Bromo, berikutnya Anda dapat menikmati pemandangan spektakuler lainnya yang memukau namun terpencil. Itulah Air Terjun Madakaripura yang memesona. Sebuah air terjun yang cantik dan masih berada dalam kawasan Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru karenanya dapat menjadi destinasi tambahan bagi pendaki Gunung Bromo. Lokasi Air Terjun Madakaripura tidak terlalu jauh dari Gunung Bromo, tepatnya di dekat Desa Sapih, Kabupaten Lombang. Jaraknya sekira 3 jam berkendara dari ibu kota Jawa Timur, yaitu Surabaya. 

         Lokasi air terjun spektakuler ini tersembunyi di ujung lembah yang dalam di kaki bukit Pegunungan Tengger. Untuk sampai ke air terjun ini, Anda perlu berjalan sekira 20 menit menyeberangi sungai dan jalan berbatu sebelum sampai di pintu masuk. Akan tetapi, suguhan pemandangan yang hijau indah di sepanjang jalan adalah hiburan tersendiri yang dapat mengobati rasa lelah. Patung besar Patih Majapahit, Gajah Mada dalam posisi duduk meditasi akan menyapa setiap pengunjung sebelum mereka melanjutkan perjalanan lebih jauh ke pusat air terjun.