Selasa, 11 November 2014

Danau Maninjau dan Kelok 44, Dua Sejoli yang Menawan


         Perjalanan dari Lembah Harau menuju ke Danau Maninjau kurang lebih membutuhkan waktu 3 jam perjalanan, di mana kami sempat melewati kota Bukittinggi.  Bicara Danau Maninjau, pasti kita akan bicara juga mengenai Kelok 44-nya. Kelok 44 merupakan jalan akses menuju Danau Maninjau yang berkelok-kelok.Danau Maninjau yang terletak pada 0°19′LS 100°12′BT berada dalam wilayah Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam dengan ketinggian 461,50 meter diatas permukaan laut. Luas permukaan Danau Maninjau ± 99,5 km2 dengan luas daerah tangkapan air mencapai 24.800 ha. Sementara kedalaman maksimum mencapai ± 165 m. Secara garis besar, wilayah Danau Maninjau ini dapat dibagi atas 2 yaitu:

             1. Kawasan Danau Maninjau, merupakan kawasan dalam punggung danau.
             2. Kawasan pengaruh, merupakan kawasan di luar punggung danau.
        Bentuk Danau Maninjau memanjang dari arah utara ke selatan dengan panjang ± 17 km dan lebar sekitar 8 km, danau ini memiliki sebuah outlet alami yaitu Sungai Batang Antokan yang mengalir ke arah barat. Suhu Danau Maninjau rata-rata maksimal 31,27 oC dan rata-rata minimal 22,66 oC. Kelembaban rata-rata 95,20 %. Kecepatan angin yang berada disekitar Danau Maninjau rata-rata sebesar 23,5 km/hr.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar